Nama : Linda Suci Arniawati
Kelas : 3A
Mata Kuliah: Morfologi
Dosen Pemangku: Ermawati Sulaiman, S.Pd., M.A.
TUGAS PERTAMA
1.
Kapan suatu bentuk linguistik dikatakan sebagai
bentuk yang sama, dan kapan dikatakan sebagai bentuk yang berbeda?
Jawab:
Untuk mengetahui sebuah morfem sebagai bentuk yang sama atau
berbeda perlu dilakukan perbandingan
satuan bentuk kata dengan bentuk-bentuk satuan kata yang lain.
Sebuah kata bisa dikatakan morfem
apabila bentuk satuan katanya bisa hadir secara berulang-ulang dalam bentuk
yang lain, Sedangkan dikatakan bukan
morfem apabila bentuk satuan katanya tidak bisa*berterima dalam bentuk yang
lain.
Contoh
*
Kedua, ketiga, kelima, ketujuh
Bentuk[kedua] jika dibandingkan dengan
contoh di atas dapat disegmentasikan sebagai satuan tersendiri dan mempunyai
makna yang sama, yaitu menyatakan tingkat atau derajat. Sehingga bentuk ke pada
contoh di atas adalah morfem.
**
Kepasar,kekampus,kedapur,kemesjid
Bentuk ke pada contoh diatas juga dapat
disegmentasikan sebagai morfem, karena memiliki satuan tersendiri dan
mempunyai arti yang sama, yaitu menyatakan arah dan tujuan.
***
Perbandingan bentuk lantar;
Menelantarkan, terlantar, lantaran
Bentuk lantar meskipun terdapat
berulang-ulang pada bentuk menelantarkan , terlantar dan lantaran. Bukanlah
sebuah morfem karena tidak ada maknanya. Menelantarkan dengan terlantar
memang masih memiliki hubungan, tetapi bentuk menelantarkan dan terlantar tidak
ada hubungannya dengan lantaran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar