Rabu, 14 September 2016

aku cinta Indonesia



Nama : Linda Suci Arniawati
Kelas : 3A
Mata Kuliah: Morfologi
Dosen Pemangku: Ermawati Sulaiman, S.Pd., M.A.
TUGAS PERTAMA
1.       Kapan suatu bentuk linguistik dikatakan sebagai bentuk yang sama, dan kapan dikatakan sebagai bentuk yang berbeda?

Jawab:
Untuk mengetahui  sebuah morfem sebagai bentuk yang sama atau berbeda  perlu dilakukan perbandingan satuan bentuk kata dengan bentuk-bentuk satuan kata yang lain.
 Sebuah kata bisa dikatakan morfem apabila bentuk satuan katanya bisa hadir secara berulang-ulang dalam bentuk yang lain, Sedangkan  dikatakan bukan morfem apabila bentuk satuan katanya tidak bisa*berterima dalam bentuk yang lain.

Contoh
*
Kedua, ketiga, kelima, ketujuh
Bentuk[kedua] jika dibandingkan dengan contoh di atas dapat disegmentasikan sebagai satuan tersendiri dan mempunyai makna yang sama, yaitu menyatakan tingkat atau derajat. Sehingga bentuk ke pada contoh di atas adalah morfem.

**

Kepasar,kekampus,kedapur,kemesjid
Bentuk ke pada contoh diatas juga dapat disegmentasikan sebagai morfem, karena memiliki satuan tersendiri dan mempunyai arti yang sama, yaitu menyatakan arah dan tujuan.

***
Perbandingan bentuk lantar;
Menelantarkan, terlantar, lantaran
Bentuk lantar meskipun terdapat berulang-ulang pada bentuk menelantarkan , terlantar dan lantaran. Bukanlah sebuah morfem karena tidak ada maknanya. Menelantarkan dengan terlantar memang masih memiliki hubungan, tetapi bentuk menelantarkan dan terlantar tidak ada hubungannya dengan lantaran.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar