NAMA: LINDA SUCI ARNIAWATI
KELAS :2A
DOSEN PEMANGKU: ERMAWATI SULAIMAN S.Pd., M.Pd
TUGAS 2
1. Apa yang membedakan bahasa baku dan tidak baku?
2. Bagaimana cara membedakan sebuah bunyi adalah foem atau bukan?
3. Apa yang dimaksud denga dental?
4. Apa yang dimaksud dengan kesatuan bunyi terkecil? dan apa hubunganya dengan fonem?
5. Apa yanh dimaksud dengan distribusi dan lingkungan?
6. Mengapa ketika menganalisis fungsionalisasi bunyi yang dipasagkan adalah bunyi -bunyi yang hormogan atau sefonetis. mengapa tidak sembarangan bunyi yang dipasangkan? jelaskan beserta contoh!
jawab:
1). kata baku adalah kata yang digunakan sudah benar dan sesuai dengan pedoman atau kaidah bahasa indonesia yang sumber utamanya dari kamus besar bahasa indonesia (KBBI)
kata baku menurut (KBBI,1988:71)
(1) Pokok utama; (2) tolok ukur yang berlaku untuk kuantitas atau kualitas dan yang ditetapkan berdasarkan kesepakatan;standar.
pengertian bahasa Indonesia baku adalah salah satu ragam bahasa indonesia yang bentuk bahasanya telah dikodifikasi,diterima, dan difungsikan atau dipakai sebagai model oleh masyarakat indonesia secara luas.
kata baku biasanya sering digunakan ketika, membuat karya ilmiah ,membuat surat dinas,membuat surat lamaran pekerjaan dan membuat laporan.
contoh kata baku : pasif,aktif,apotek,efektif,karena,objek ,bus.
contoh kalimat baku: pada hari ini saya akan keluar kota.
kata tidak baku adalah kata yang digunakan tidak sesuai dengan pedoman atau kaidah bahasa yang sudah ditentukan.
bahasa indonesia non baku adalah salah satu ragam bahasa indonesia yang tidak dikodifikasi, tidak diterima dan tidak difungsikansebagai model masyarakat indonesia secara luas, tetapi di pakai oleh masyarakat secara khusus.
biasanya kata tidak baku sering digunakan saat percakapan sehari-hari atau dalam bahasa tutur.
faktor faktor yang dapat menyebabkan munculnya kata tidak baku diantaranya sebagai berikut:
- menggunakan bahasa tanpa mengetahui penulisan dari kata yang di maksud.
-penggunaan bahasa yang salah dan tidak diperbaiki.
-seseorang pengguna bahasa yang sudah terpengaruh dari orang-orang yang terbiasa menggunakan kata yang tidak baku.
contoh kata tidak baku: aktip,pasip,bis,karna,efektip,obyek.
contoh kalimat tidak baku: saya akan keluar kota pada hari ini.
yang membedakan bahaa baku dan tidak baku:
bahasa baku bahasa tidak baku:
ciri ciri kebakuan: ciri ciri tidak kebakuan:
1. tidak dipengaruhi bahasa daerah 1. dipengaruhi bahasa daerah
2. tidak dipengaruhi bahasa asing 2. dipengaruhi bahasa asing
3. bukan merupakan bahasa pasar 3. merupakan bahasa pasar
4. pemakaian imbuhan secara eksplisit 4. pemakaian imbuhan secara implisit
5. pemakaian sesuai dengan konteks kalimat 5. pemakaian tidak sesuai kontek kalima
6. tidak rancu 6. rancu
7. tidak mengandung pleonasme 7. mengandung pleonasme
8. tidak mengandung hiperkorek 8. mengandung hiperkorek
2) untuk mengetahui apakah sebuah bunyi adalah fonem atau bukan, kita harus mencari sebuah satuan bahasa biasanya sebuah kata yang mengandung bunyi terseut. lalu membandingkanya dengan satuan bahasa yang mirip dengan satuan bahasa pertama. kalau ternyata kedua satuan bahasa itu berbeda maknanya, maka berarti bunyi tersebut adalah sebuah fonem, karena dia bisa berfungsi membedakan makna kedua satua bahasa itu . misalnya dalam bahasa indonesia; kata lari[l],[a],[r],[i], satuan terkecil diganti dengan huruf [m], [t],[c],[k],[s] dan akan memiliki makna yang berbeda.
[m],[a],[r],[i] 'mari' [t],[a],[r],[i] 'tari' [c],[a],[r],[i] 'cari' [k],[a],[r],[i] 'kari
[s],[a],[r],[i] 'sari
3) Dental menurut (KBBI)
adalah /den-tal/ ling (1) a berhubungan dengan gigi atas dalam proses artikulasi suatu bunyi.(2) a terjadi karena penyempitan atau persentuhan antara (ujung) lidah dan gigi (3) n bunyi terbentuk dengan cara demikian.
konsonan demtal (disebut pula sebagai konsonan gigi) adalah konsonan yang artikulasi dengan lidah menyentuh gigi atas, seperti [t],[d],[n],dan[l] dalam beberapa bahasa.
4) bunyi bahasa sebagai kesatuan bunyi terkecil diartikan dalam bidang fonologi, yakni ujaran dengan gabungan bunyi yang membentuk suku kata.
fonem itu sendiri adalah satuan bunyi ujaran terkecil yang membedakan arti.
fonem adalah bunyi bahasa yang dapat atau berfungsi membedakan makna kata.
fonem adalah satuan bunyi bahasa terkecil yang fungsional atau dapat membedakan makna kata.
fonem adalah satuan bunyi terkecil dari arus ujaran.
sehingga ,kesatuan bunyi terkecil yang berupa suatu ujaran dengan gabungan bunyi yang membentuk suku kata,dalam fonem sangat penting dan berpengaruh karena dengan kesatuan bunyi terkecil fonem dapat membedakan makna kata satu fdengan kata lainnya.
5.Pokok –pokok pikiran tentang
bunyi berbentuk pernyataan-pernyataan yang lumrah atau maklum sehingga
tidak perlu dipersoalkan lagi, maka pokok-pokok pikiran itu bisa disebut
premis-premis.
Pokok-pokok pikiran atau premis-premis yang dimaksud adalah sebagai berikut:
Bunyi-Bunyi Suatu Bahasa Cenderung Dipengaruhi oleh lingkungannya
Premis ini bisa dibuktikan dengan deretan bunyi pada kata-kata bahasa Indonesia berikut:
[nt] pada [tinta] dan [ṇḍ] pada [tuṇḍa]
[mp] pada [mampu] dan [mb] pada [kәmbar]
[ñc] pada [piñcaƞ] dan [ƞg] pada [taƞga]
[ƞk] pada [nanka] dan [ñj] pada [panjaƞ]
Deretan bunyi tersebut saling mempengaruhi dan saling menyesuaikan demi
kemudahan pengucapan. Deretan bunyi tersebut mempunyai kesamaan fonetis.
Bunyi [n], [t], dan [d] sama-sama bunyi dental, bunyi [m], [p] dan [b]
sama-sama bunyi bilabial, bunyi [ñ], [c], dan [j] sama-sama bunyi
palatal, sedangkan bunyi [ƞ], [k], dan [g] sama-sama bunyi velar.
Bunyi-Bunyi yang mempunyai kesamaan fonetis digolongkan tidak
berkontras apabila berdistribusi komplementer dan atau bervariasi
bebas.
Tidak berkontras adalah tidak membedakan makna.bunyi-bunyi dikatakan berdistribusi komplementer apabila bunyi yang mempunyai kesamaan fonetis itu saling mengekslusifkan.
Contoh:Bunyi[k]dan [?]adalah bunyi yang mempunyai kesamaan fonetis.Dalam bahasa indonesia,kedua bunyi itu saling mengekslusifkan.bunyi [k]tak pernah menduduki posisi[?]dan bunyi[?]tak pernah menduduki
Bunyi-bunyi yang mempunyai kesamaan fonetis digolongkan ke
dalam fonem yang berbeda apabila berkontras dalam lingkungan yang sama atau mirip.
Mengetahui kontras tidaknya bunyi-bunyi suatu bahasa dilakukan dengan
cara pasangan minimal,yaitu penjajaran dua atau lebih bentuk bahasa
terkecil dan bermakna dalam bahasa tertentu yang secara
ideal(berbunyi)sama,kecuali satu bunyi yang berbeda.
Contoh:[tari] -[dari]
[paku]-[baku]
Mencatat bunyi-bunyi yang berdistribusi komplementer.
Berdasarkan korpus di atas,pasangan bunyi yang berdistribusi komplementer adalah[p]dan[p’]
[p] [p’]
1) [#pa+pan#] ‘papan’ 2) [#ra+tap’#] ‘ratap’
3) [#pi+kīr] ‘fikir’ 14) [kɛ+cap’#] ‘kecap’
Kalau bunyi –bunyi yang berdistribusi komplementer ,masing-masing bunyi tersebut bagaiman distribusinya?
Ternyata: [p] sebagai onset silaba
[p’] sebagai koda silaba
Jadi [p] dan [p’] adalah alofon dari fonem yang sam, yaitu /p/.
Mencatat bunyi-bunyi yang bervariasi bebas.
[p] [p]
Golongan 1 Golongan 2 Golongan 2
1)[#pa+pan#] ‘papan’ 3)[#pi+kīr#] 9)[#fi+kīr#]
Kalau [p] dan [f] bervariasi bebas
Ternyata: [f] sebagai onset silaba dalam kata golongan 2-1
[p] sebagai koda silaba bervariasi bebas denfan f dalam kata-kata
golongan 2
[p] sebagai onset silaba dalam kata golongan 1
Jadi [p] dan [f] adalah alofon dari fonem yang sam, pada kata golongan , yaitu fonem /p/ .
Mencatat bunyi-bunyi yang berkontras dalam lingkungan yang
sama(identis).
Contoh:14) [#kԑcap’#] ‘kecap’
18) [#ki+cap’#] ‘kicap’
Lingkungan identis adalah [#k..+cap’#]
Jadi [ɛ] dan [i] adalah alofon dari fonem yang berbeda, yaitu fonem /ɛ/ dan /i/.
Mencatat bunyi-bunyi yang berkontras dalam lingkungan yang
mirip(analogis).
Contoh: 6) [#pa+sar#] ‘pasar’
12) [#bә+sar#] ‘besar’
Lingkungan yang mirip adalah [#p…+sar#] dan [#b…+sar#]
Jadi ,[a]dan [ә] adalah alofon dari fonem yang berbeda ,yaitu fonem /a/ dan /ɘ/.
Mencatat bunyi-bunyi yang berubah karena lingkungan.
Contoh:
[k]: plosif ,velar mati [k]: plosif, palatal mati
7) [#kә+lap’+ kә+lip’# ‘kelap-kelip’ 3) [#pi+kīr#] ‘fikir’
8) [#ku+ku#] ‘kuku’ 9) [fi+ḳīr#] ‘fikir’
Ternyata: [k] jika diikuti oleh vokoid belakang.
[ḳ] jika diikuti oleh vokoid depan
Jadi, [k] dan [ḳ] adalah berubah lingkungan
6) homofon adalah istilah yang berlawanan dengan homograf.
homofan mempunyai arti [engertian sama bunyi, berbeda tulisan, berbeda makna.
homograf mempunyai pengertian beda bunyi ,sama tulisan dan sama makna.
contoh kata [k],[e],[r],[a],[s] 'keras' dalam bahasa batak e dibaca keras, sedangkan dalam bahasa indonesia dibaca e biasa, jadi berbeda cara pengucapan bunyi tetapi memiliki makna dan tulisan yang sama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar