Kamis, 12 Mei 2016

tugas 3

NAMA: LINDA SUCI ARNIAWATI (156210648)
KELAS: 2A
DOSEN: ERMAWATI SULAIMAN S.pd.,M.pd
Tugas 3
1.       Bunyi konsonan di klasifikasikan berdasarkan tempat artikulasi, cara artikulasi, dan bergetar tidaknya pita suara. Coba jelaskan apa maksudnya!
2.       Apa yang terjadi pada sebuah konsonan dengan bergetar tidaknya pita suara? Jelaskan!
3.       Coba jelaskan apa yang dimaksud dengan Striktur!
[g] adalah konsonan dorsovelar, hambat, bersuara
[d] adalah apikoalveolar, hambat, bersuara
[h] adalah konsonan laringal, geseran, bersuara
[j] adalah konsonan laminopalatal,paduan bersuara
[C] adalah konsonan laminopalatal, tak bersuara
[s] adalah konsonan laminopalatal, geseran, tak bersuara
       4. Apa bedanya gugus konsonan dengan Deret konsonan? Dan berikan contoh!
JAWAB:
1.       Bunyi konsonan , diklasifikasikan:
v  tempat artikulasi, yaitu tempat terjadinya bunyi konsonan, atau tempat bertemunya artikulator aktif dan artikulator pasif.
Tempat artikulasi disebut titik artikulasi.
v  Cara artikulasi, yaitu bagaimana tindakan atau perlakuan terhadap arus udara yang baru ke luar dari glotis dalam menghasilkan bunyi konsonan itu.
v  Bergetar tidaknya pita suara, yaitu jika pita suara dalam proses pembunyian itu turut bergetar atau tidak. Bila pita suara itu turut bergetar maka disebut bunyi bersuara. Jika pita suara tidak turut bergetar maka bunyi itu disebut bunyi tak bersuara.
2.       Apa yang terjadi  pada bunyi konsonan, bergetar tidaknya pita suara?
ð  Bergetarnya pita suara adalah karena glotis (celah pita suara) terbuka sedikit, dan tidak bergetarnya pita suara karena glotis terbuka agak lebar.
3.       Jelaskan apa yang dimaksud dengan striktur!
ð  Striktur yaitu hubungan posisi antara articulator aktif dan articulator pasif.
4.       Perbedaan gugus konsonan dan deret konsonan
·         Gugus konsonan berada pada sebuah silabel. Sedangkan,
·         Deret konsonan berada diantara dua silabel.

CONTOH:
·         Contoh, gugus konsonan:
[br] dapat menduduki posisi awal dan posisi tengah, seperti pada kata; <brahmana> dan <labrak>
[kl] hanya menduduki posisi awal seperti pada kata; <klasik> dan <klinik>
[fr] dapat menduduki posisi awal dan posisi tengah, seperti pada kata;<frater> dan <infra>

·         Contoh deret konsonan:
[mb] seperti kata<lambat>(lam-bat)
                                <sambut>(sam-but)
                                <tembus>(tem-bus)
[ks] seperti kata<taksir> (tak-sir)
                                <paksa> (pak-sa)
                                <siksa> (sik-sa)
[nd] seperti kata <undang> (un-dang)
                                <tanding> (tan-ding)

                                <kandang> (kan-dang)

tugas 4

NAMA: LINDA SUCI ARNIAWATI (156210648)
KELAS: 2A
DOSEN: ERMAWATI SULAIMAN S.pd.,M.pd
Tugas 4
1.       Jelaskan yang dimaksud dengan diftong? Mengapa dalam bahasa tradisional disebut vocal rangkap? Jelaskan!
2.       Diftong (au) disebut diftong naik. Coba jelaskan apa sebabnya!
3.       Diftong (ua) pada kata jawa (muarem) ‘sangat puas’ disebut diftong turun. Coba jelaskan apa sebabnya!
4.       Temukan dan berikan penjelasan diftong dalam bahasa daerah anda masing-masing!

JAWAB:
1.       Diftong adalah dua huruf vocal yang terdapat dalam kata. Huruf vocal itu terdiri  dari (a, I, u, e, o). kata diftong seperti (au),(ai), (oi).
Mengapa dalam bahasa tradisional disebut vocal rangkap, karena huruf diftong merupakan huruf vocal yang terdiri dari dua huruf vocal berdekatan(rangkap).
2.       Diftong (au) disebut diftongnaik, karena dalam diftong (au) yang terdiri dari (a) dan(u). ‘a’ merupakan vocal rendah dan ‘u’ merupakan vocal tinggi. Dari segi pengucapan penyebutan vocal ‘a’ lidah berada di bawah dan ketika menyebutkan vocal ‘u’ posisi lidah naik keatas. Sehingga (au) disebut diftong naik.
3.       Diftong (ua), pada kata <muarem> yang artinya sangat puas. Disebut diftong turun karena huruf ‘u’ merupakan vocal tinggi dan huruf ‘a’ merupakan vocal rendah. Sehingga dalam pengucapan  bunyi(u) posisi lidah berada di atas kemudian fonem (a) merupakan vocal rendah sehingga posisi lidah menjadi turun.
4.       Penjelasan diftong bahasa daerah
Kui ( terdapat deret vokal yaitu fonem u dan i) kui  berarti itu
Kei( terdapat deret vokal yaitu fonem e dan i) kei berarti kasih/beri
Pie (terdapat deret vokal yaitu fonem i dan e) pie berarti gimana
Wae ( tedapat deret vokal yaitu fonem a dan e)  wae berarti aja
Koe (terdapat fonem vokal yaitu o dan e) koe berarti kamu

untuk diftong ai, au dan oi hampir minim dan sangat jarang ada dalam kosa kata jawa